sweetyvinz

just wanna write what I feel.

MENAPAKI JEJAK LANGKAH

Sayang, apa kau tau kemana aku pergi hari ini? Aku pergi ke tempat kita menjejakkan kaki saat Ramadhan setahun yang lalu. Masih ingatkah engkau tempat itu? Masih ingatkah engkau dengan hari itu?

Masih di Minggu senja yang sama, menjelang akhir Ramadhan. Aku menapaki jejak langkah kita setahun yang lalu. Melalui rute yang sama, menuju tempat yang sama, masuk lewat pintu yang sama, dan berjalan melalui lorong yang sama.

Hanya saja kini ada yang berbeda. Jika dulu aku duduk manis di boncengan motormu, kini aku harus mengendarainya sendiri. Jika dulu kau berjalan di sampingku, kini aku hanya bisa menghitung langkah karena aku tak bersamamu.

Aku terus memandangi tempat itu, tempat dimana kita menghabiskan menu berbuka waktu itu. Tiba-tiba, ada seorang anak kecil yang tak sengaja menabrakku. Akh aku jadi teringat Vie, apa kabar ya dia sekarang?

Aku jadi ingat saat kita berkeliling mencari baju lebaran untuk adik mu itu. Ketika aku menggandeng tangannya, kau malah berjalan sedikit menjauh. “Bu, ko cuma berdua az, bapanya mana?” tanyamu sambil tertawa menggoda. “oh, sudah tiga tahun ga pulang-pulang, mau gantiin?’ jawabku sambil nyengir mengejekmu.

Bukankah seharusnya aku yang bertanya padamu “loh pa kapan nikahnya, ko anaknya udah segede gini az?” saat kau tiba di rumahku sambil membawa anak kecil?. Sekarang malah kau yang mengejek aku duluan.

Kita berjalan bersama, membiarkan Vie bermain dan berjalan di depan kita. Kau tau sayang, rasanya seperti keluarga kecil bahagia. Kau ayah, aku ibu, dan seorang anak. Untung saja Vie memanggil kita kakak, kalo tidak entah apa yang orang bayangkan soal kita. Kita yang masih muda, punya anak sebesar Vie, he.

“Nenx, pulangnya ke rumah mamah dulu ya!” Kaget, terharu, dan entah apa lagi perasaan yang berkecamuk di dadaku saat itu. Kau membawaku ke rumah dan mengenalkanku pada mamamu.

Saat kau bilang bahwa akulah wanita pertama yang kau ajak ke rumahmu, aku langsung berdo’a dan berharap tidak akan pernah ada wanita kedua ketiga dan selanjutnya selain aku. Egois ya? maaf. Tapi saat itu memang itulah yang aku pikirkan.

Kau tau sayang, malam itu aku sangat bahagia. Kebahagiaan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Namun, malam itu hanya akan menjadi kenangan. Kenangan manis yang akan tersimpan dan takkan pernah terhapus bahkan oleh waktu sekalipun.

Harusnya air mata ini tidak jatuh kan sayang. Seharusnya aku tidak menangis kan. Tapi maaf, aku tak bisa menahannya. Aku terlalu larut dalam semua ini. Aku yang masih tak sanggup melepasmu pergi…

 

Iklan

21 Komentar

  1. Ely Meyer

    hmmm …. nostalgiakah ? atau cuma fiksi ?

  2. lepasin yishaaaaa………….. 😆

  3. cintanya dalam juga nich…..

    • bukan cuma dalam, tapi juga panjang kali lebar kali tinggi 😀

  4. ujung ujungnya … jodo takkan kemana koq 🙂

    • berarti bukan jodoh ya kak Mila 🙂

  5. mengharukan…. semoga dia kembali….

    • 🙂

      • mungkin satu hari nanti hehe

      • perhaps…. 🙂

      • kan ga ada yang ga mungkin di dunia ini Vinz…hehe

      • terkecuali terpisah oleh kematian kang heu…..

      • leres pisan Vinz…

  6. Arie Pudjiarso

    Hmmm…kisah nyatakah? Masalah jodoh tak usah dibuat berliku. Kalau pun memang harus berliku biarlah Tuhan saja yang membuatnya. Kita nikmati saja pergerakkannya dengan syukur. Jodoh tak akan ke mana. Berharap di masa lalu? Tak perlu. Alangkah baiknya menyongsong ke depan. Kalau pun masa lalu akan menjadi jodohmu kembali berarti sudah ketetapan Tuhan 😀

    • terima kasih ya Arie 🙂

  7. Hahaha (Maap) :-p gue emang orang yang lumayan seneng liat temen menderita. eeaa..
    walah… gitu aja sedih.. coba lu jadi gue ditinggal kekasih selamanya. ya emang sedih sih! tapo jangan berlarut-larut. Perbanyak ibadah dan ingat Tuhan.!

    😎 Salam 2PAI

    • hehehe, salam juga bwt tupai

comment here please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: